Hari ini kau datang dengan sejuta makian. Kata demi kata yang kau keluarkan dari mulut indahmu sama sekali belum pernah kurdengar sebelumnya. Kita berkenalan bukan hanya hitungan hari, 5 tahun itu bukan waktu yang sebentar. Kujamin kau akan kelelahan jika berusaha menghitungnya menggunakan jari jari lentikmu. Tertawa, ya, hanya tertawa yang bisa kulakukan. Entah apa yang ditanamkan oleh lelaki yang kau gadang gadang lebih baik dariku hingga membuatmu 'gila' seperti ini.
Kau berharap aku berlutut di hadapanmu ? aku yakin kau sedang khilaf. Tidak mungkin kulakukan hal tolol macam itu. Mengharap belas kasihanmu ? Lebih baik mati bagiku mengharapkan hal itu darimu. Ingin kau kembali padaku ? HAHAHA ! Hei nona, jangan bermimpi di siang hari. PITNAH ! kata orang Sunda. Aku ini belum kehilangan akal sehatku, mana mungkin aku melakukan itu. Kau berharap aku mau berbohong agar kau bahagia ? Maaf, aku lupa cara berbohong di hadapan pembohong.
Dan kini, kau menebar jala di tiap tempat dengan harapan aku dapat masuk dalam perangkapmu ? Maaf saja, trik murahan macam itu tidak mempan terhadapku. Dan yang lebih penting, kau ingin aku 'menyatukan' pohon yang telah kau tebang ? Lupakan !
Pages
Minggu, 17 Juni 2012
Minggu, 13 Mei 2012
Happy Ending
Kau acak-acakan, mari kuantar ke salon
Pakaianmu kumal sekali, mari ke toko pakaian
Ya ampun, handphone mu sudah butut, mari ke gadget shop
kendaraanmu jelek sekali, mari kita ke bengkel
Kau sakit ? mari kuantar ke rumah sakit untuk berobat
Kameramu sudah ketinggalan jaman, ayo kita beli yang baru
Akhir yang indah kata mereka
Pakaianmu kumal sekali, mari ke toko pakaian
Ya ampun, handphone mu sudah butut, mari ke gadget shop
kendaraanmu jelek sekali, mari kita ke bengkel
Kau sakit ? mari kuantar ke rumah sakit untuk berobat
Kameramu sudah ketinggalan jaman, ayo kita beli yang baru
"Maaf sayang, Kau berubah. Bukan ini yang kuharapkan darimu. Aku tahu kau bosan denganku, mari kita akhiri saja semua ini"Aku berubah katamu, Lihat siapa yang berkata demikian
Akhir yang indah kata mereka
Listen you said?
Terkadang masih kucoba untuk mengais serpihan serpihan itu
Tatapan sinis darimu masih menjadi latar tempatku berdiri
Dan kantung matamu serasa menjadi alasan aku berdiri disini
Pertengkaran adalah hal biasa kata mereka, Ini akan baik baik saja kata mereka
Apa mereka pernah mengalami seperti yang kita alami ?
Sudah lama pula kita saling bertukar curiga satu sama lain
Miskomunikasi kata mereka, seolah mereka tahu persis seperti apa bentuknya
Lagu kesukaanmu menjadi theme song kisah kita kali ini.
Tak ada karangan bunga untuk mengenang kami
Yang tersisa hanyalah keheningan disusul isak tangismu
Akhir yang indah kata mereka, Akhir yang indah rupanya hanya ada dalam film kata mereka
Tatapan sinis darimu masih menjadi latar tempatku berdiri
Dan kantung matamu serasa menjadi alasan aku berdiri disini
Pertengkaran adalah hal biasa kata mereka, Ini akan baik baik saja kata mereka
Apa mereka pernah mengalami seperti yang kita alami ?
Sudah lama pula kita saling bertukar curiga satu sama lain
Miskomunikasi kata mereka, seolah mereka tahu persis seperti apa bentuknya
Lagu kesukaanmu menjadi theme song kisah kita kali ini.
"You should have known.. all cause you won't listen"Tak ada gagak, tak ada hujan yang mengiringi kami malam ini
Tak ada karangan bunga untuk mengenang kami
Yang tersisa hanyalah keheningan disusul isak tangismu
Akhir yang indah kata mereka, Akhir yang indah rupanya hanya ada dalam film kata mereka
Sabtu, 12 Mei 2012
Tolong aku !
"Kenakanlah apa yang bisa kau pertanggung jawabkan"
Adakah yang menerapkannya dalam kehidupan mereka ? Ataukah ini semua hanyalah kalimat tanpa makna ?
Ketika aku berbicara dengan seseorang mengenai hal ini, dia berlalu begitu saja sebelum aku sempat untuk menyelesaikan kalimatku. Apakah yang kulakukan merupakan sebuah kesalahan ? Apakah salah jikalau aku mempertanyakan sesuatu ? Apakah ini sudah menjadi hal yang tabu lagi untuk kita perbincangkan ? Adakah seseorang yang bisa membantuku disini ?
Adakah yang menerapkannya dalam kehidupan mereka ? Ataukah ini semua hanyalah kalimat tanpa makna ?
Ketika aku berbicara dengan seseorang mengenai hal ini, dia berlalu begitu saja sebelum aku sempat untuk menyelesaikan kalimatku. Apakah yang kulakukan merupakan sebuah kesalahan ? Apakah salah jikalau aku mempertanyakan sesuatu ? Apakah ini sudah menjadi hal yang tabu lagi untuk kita perbincangkan ? Adakah seseorang yang bisa membantuku disini ?
Cobalah bila kau mampu
Mereka bilang aku sampah, aku tidak peduli
Mereka bilang aku tidak berarti, aku tidak peduli
Mereka mencela fisikku, aku tidak peduli
Mereka tidak lagi percaya akan omongan ku, aku tidak peduli
Mereka bilang aku pembohong, aku tidak peduli
Mereka ingin 'membunuhku', aku tidak peduli
Lakukanlah jika itu semua bisa kau pertanggungjawabkan
Mereka bilang aku tidak berarti, aku tidak peduli
Mereka mencela fisikku, aku tidak peduli
Mereka tidak lagi percaya akan omongan ku, aku tidak peduli
Mereka bilang aku pembohong, aku tidak peduli
Mereka ingin 'membunuhku', aku tidak peduli
Lakukanlah jika itu semua bisa kau pertanggungjawabkan
Diriku Hari ini
Aku menjadi semakin congkak saja dari hari ke hari. Tetap berusaha memaksakan kehendak ke orang lain. Sesuatu yang entah dari mana asalnya masih saja keluar dari mulut ini. Menghakimi diri sendiri dan orang lain dengan standar pribadi masih saja menjadi rutinitas. Waktu yang seharusnya kugunakan untuk belajar masih saja tergantikan oleh hal hal bodoh tak berdasar yang seharusnya sudah tak kulakukan mengingat umurku yang tak lagi bisa dikatakan 'kecil'. Penghargaan terhadap sesama rupanya masih menjadi hal sulit Seperti inikah 'Aku' yang sebenarnya ?
Apa Kabar Temanku ?
Halo, apa kabar ? Kuharap kau baik-baik saja disana.
Sebulan belakangan ini, sering kudengar berita tentangmu. Orang-orang mulai berbicara tentangmu dimana-mana. Hal ini membuatku berpikir, "kau sudah jadi orang terkenal rupanya". Namun sayang, bukan berita baik yang mereka bicarakan tentangmu. Tapi lebih kepada bagaimana tampilanmu hari ini. Segala sesuatu yang kau kenakan rupanya tak juga luput dari pandangan mereka. Tidak hanya itu, rupanya mereka juga mulai membicarakan tentang apa yang kau lakukan. Kau bisa membayangkan hal itu bukan ? Mengerikan ! mereka sangat mengerikan. Mereka terlihat seperti orang yang tidak memiliki standar 'kebaikan'. Mereka mencela apa yang ada di dirimu. Satu hal yang kutahu, diriku termasuk pula dalam lingkaran setan itu. Aku terkadang masih menikmati 'perkataan' mereka tentangmu. Hal ini terlambat kusadari, namun aku tetap berusaha agar tidak menjadi seperti mereka. Mereka bahkan tidak lebih baik darimu. Kau masih bisa melakukan banyak hal dibandingkan mereka yang hidupnya berkisar di kotak kotak yang sama. Kau masih lebih baik temanku. Hanya umur dan pengalaman yang membedakanmu dari mereka. Mereka mungkin telah mengecap rasa dari hidup ini, namun kau merintis jalanmu sendiri bukan ? itu yang terus terpikir di kepalaku saat mengingat tentangmu. Cobalah untuk menenangkan dirimu, dan ketahuilah bahwa tidak ada yang bisa merubah dirimu selain dirimu sendiri.
Sebulan belakangan ini, sering kudengar berita tentangmu. Orang-orang mulai berbicara tentangmu dimana-mana. Hal ini membuatku berpikir, "kau sudah jadi orang terkenal rupanya". Namun sayang, bukan berita baik yang mereka bicarakan tentangmu. Tapi lebih kepada bagaimana tampilanmu hari ini. Segala sesuatu yang kau kenakan rupanya tak juga luput dari pandangan mereka. Tidak hanya itu, rupanya mereka juga mulai membicarakan tentang apa yang kau lakukan. Kau bisa membayangkan hal itu bukan ? Mengerikan ! mereka sangat mengerikan. Mereka terlihat seperti orang yang tidak memiliki standar 'kebaikan'. Mereka mencela apa yang ada di dirimu. Satu hal yang kutahu, diriku termasuk pula dalam lingkaran setan itu. Aku terkadang masih menikmati 'perkataan' mereka tentangmu. Hal ini terlambat kusadari, namun aku tetap berusaha agar tidak menjadi seperti mereka. Mereka bahkan tidak lebih baik darimu. Kau masih bisa melakukan banyak hal dibandingkan mereka yang hidupnya berkisar di kotak kotak yang sama. Kau masih lebih baik temanku. Hanya umur dan pengalaman yang membedakanmu dari mereka. Mereka mungkin telah mengecap rasa dari hidup ini, namun kau merintis jalanmu sendiri bukan ? itu yang terus terpikir di kepalaku saat mengingat tentangmu. Cobalah untuk menenangkan dirimu, dan ketahuilah bahwa tidak ada yang bisa merubah dirimu selain dirimu sendiri.
Sabtu, 28 Januari 2012
Semangatmu menggugahku
Umurmu kini tak lagi muda, namun pancaran semangat masih terpampang jelas di raut wajahmu
Kau hidup sendirian,keluargamu entah dimana, anakmu pergi meninggalkanmu
Apa kau menyerah ? tentu saja tidak
bermodalkan semangat, kau mengumpulkan sampah setiap harinya
Demi mendapatkan uang guna mengisi perutmu yang kosong.
Jangan menyerah, Tuhan punya jalan lain untukmu, suatu saat nanti.
Jumat, 27 Januari 2012
Hey, Apa kau tahu ?
Di tempat ini, aku masih sendiri. Jam di handphone ku sudah menunjukkan pukul 06.13 yang berarti sang surya sedang siap untuk membuka matanya. Ditemani oleh kicauan burung di pagi hari ini sepertinya sudah cukup untuk membuatku tersenyum.
Segelas kopi yang sepertinya masih setia menemaniku beserta dengan sebungkus rokok yang mulai menipis jumlahnya seiring berjalannya waktu, tak menyurutkan niatku untuk tetap bertahan di tempat ini. Ini bukan pertama kalinya aku berada dalam situasi seperti ini, sendirian dalam waktu ber jam-jam lamanya. Untuk kurun waktu dua tahun belakangan ini, aku sepertinya mulai bersahabat dengannya. Bersama-sama dengan tumpukan sampah yang berserakan diatas meja tempatku bercerita di pagi ini. Rasa kantuk pun seakan dengan sabarnya menunggu untuk menggodaku. Ia sepertinya sudah hapal dimana dan kapan ia harus datang. Memaksaku untuk mengistirahatkan tubuhku sejenak dari aktivitas yang kulakukan dan kembali bercumbu dengan mimpi-mimpi indah maupun burukku. Yaah, semoga itu bukan tentangmu lagi
Berada dalam keadaan seperti ini, seakan mengundangmu untuk melintas di pikiranku. Aku tak bisa menampik hal itu. Bahkan sudah menjadi rutinitas sehari-hari ku. Ya, aku menambahkan dirimu dalam what to do list ku. Aku selalu merasa, ada hal yang janggal saat aku tidak memikirkanmu dalam sehari. Aku merasa bahwa kau merupakan bagian penting dari imajinasi ku. Hey, apa kau tahu bahwa aku membuat tulisan ini saat sedang memikirkanmu ? Kau seolah-olah menjadi pemicu semangatku untuk menulis dan melakukan hal lainnya. Tetap menjaga eksistensi dirimu dalam kepalaku merupakan salah satu hal penting yang kulakukan setiap harinya. Sedangkan di satu sisi, aku juga mulai merasa agak sulit untuk mempertahankan dirimu. Untuk melawan banyaknya godaan yang datang dan pergi hampir setiap menit, tentu saja membutuhkan usaha yang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi sepertinya bukan itu hal yang ingin kubahas denganmu pagi ini. Aku ingin memberitahumu bagaimana aku jatuh hati padamu setiap harinya.
Memandangmu melalui selembar foto tidak akan pernah cukup bagiku untuk mengekspresikan semuanya. Terkadang muncul niat agar menghubungimu tapi tidak kulakukan. Kau tahu kenapa ? Aku tidak punya nomer ponselmu ! Haha. Mungkin kedengaran aneh bagi orang lain, tapi bagiku ini hal yang luar biasa. Bagaimana aku bisa berbicara denganmu sepuas hatiku namun tidak sampai di indera pendengaranmu. Memandangi kecantikan wajahmu tanpa pernah kau lihat. Mengagumi kesempurnaan tuhan hanya dengan melihatmu. Itu sudah cukup. Di dalam hatiku, aku selalu yakin bahwa kau adalah seorang malaikat tanpa sayap. Sebagai bukti bahwa Tuhan itu memang benar adanya dan mengirimmu ke bumi adalah salah satu bentuk kesempurnaanNya. Masih tergambar dengan jelas di kepalaku, bagaimana kau yang sangat taat menjalankan ibadah dalam kondisi apapun, membuatku semakin malu dengan diriku yang tidak bisa melakukan hal yang sama dengan yang kau lakukan.
Ini bukan pertama kalinya kujatuh cinta pada seseorang. Pernah kurasakan yang jauh lebih gila dan hebat dari yang kualami denganmu. Joker said " why so serious ?" karena hal itulah aku seakan tidak ingin membaginya dengan siapapun, termasuk dirimu dalam hal ini. Disamping alasan bahwa aku takut untuk bertukar pandang denganmu. Ketakutanku juga sebenarnya beralasan, karena aku hanya tidak ingin orang lain tahu bahwa aku tidak mampu bertumpu pada kedua kakiku jika pandangan kita bertemu.
Bukan pertama kali pula aku mendapat pertanyaan "kenapa tidak mengungkapkan langsung pada dirimu ?", "Apa kau takut?" ,"Kau ini lelaki atau bukan ?" ,"kau ini bodoh atau apa ? Mana ada orang yang tidak ingin cintanya berbalas ?". Ada kok, saya buktinya. Ayolah kawan, berbicara memang jauh lebih mudah daripada melakukan sesuatu. Kita ini bukan lagi anak kecil yang bisa berbuat seenaknya. Kita harus lebih bijak lagi dalam bertindak. Apa kau merasa tenang apabila kehadiranmu mengganggu kenyamanan orang lain ?. Bagiku, tentu saja jawabannya tidak. Mencintaimu dari sudut pandangku sendiri kurasa sudah cukup. Kau tidak perlu tahu siapa aku ini. Biarkanlah semuanya tetap seperti ini. Kalaupun suatu saat nanti kau mengetahui semuanya, semoga itu bukan dari mulutku. Karena sampai detik ini, aku masih berusaha untuk tidak kehilangan kendali akan semua ini. Semoga hal itu tidak akan pernah terjadi, selamanya...
Segelas kopi yang sepertinya masih setia menemaniku beserta dengan sebungkus rokok yang mulai menipis jumlahnya seiring berjalannya waktu, tak menyurutkan niatku untuk tetap bertahan di tempat ini. Ini bukan pertama kalinya aku berada dalam situasi seperti ini, sendirian dalam waktu ber jam-jam lamanya. Untuk kurun waktu dua tahun belakangan ini, aku sepertinya mulai bersahabat dengannya. Bersama-sama dengan tumpukan sampah yang berserakan diatas meja tempatku bercerita di pagi ini. Rasa kantuk pun seakan dengan sabarnya menunggu untuk menggodaku. Ia sepertinya sudah hapal dimana dan kapan ia harus datang. Memaksaku untuk mengistirahatkan tubuhku sejenak dari aktivitas yang kulakukan dan kembali bercumbu dengan mimpi-mimpi indah maupun burukku. Yaah, semoga itu bukan tentangmu lagi
Berada dalam keadaan seperti ini, seakan mengundangmu untuk melintas di pikiranku. Aku tak bisa menampik hal itu. Bahkan sudah menjadi rutinitas sehari-hari ku. Ya, aku menambahkan dirimu dalam what to do list ku. Aku selalu merasa, ada hal yang janggal saat aku tidak memikirkanmu dalam sehari. Aku merasa bahwa kau merupakan bagian penting dari imajinasi ku. Hey, apa kau tahu bahwa aku membuat tulisan ini saat sedang memikirkanmu ? Kau seolah-olah menjadi pemicu semangatku untuk menulis dan melakukan hal lainnya. Tetap menjaga eksistensi dirimu dalam kepalaku merupakan salah satu hal penting yang kulakukan setiap harinya. Sedangkan di satu sisi, aku juga mulai merasa agak sulit untuk mempertahankan dirimu. Untuk melawan banyaknya godaan yang datang dan pergi hampir setiap menit, tentu saja membutuhkan usaha yang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi sepertinya bukan itu hal yang ingin kubahas denganmu pagi ini. Aku ingin memberitahumu bagaimana aku jatuh hati padamu setiap harinya.
Memandangmu melalui selembar foto tidak akan pernah cukup bagiku untuk mengekspresikan semuanya. Terkadang muncul niat agar menghubungimu tapi tidak kulakukan. Kau tahu kenapa ? Aku tidak punya nomer ponselmu ! Haha. Mungkin kedengaran aneh bagi orang lain, tapi bagiku ini hal yang luar biasa. Bagaimana aku bisa berbicara denganmu sepuas hatiku namun tidak sampai di indera pendengaranmu. Memandangi kecantikan wajahmu tanpa pernah kau lihat. Mengagumi kesempurnaan tuhan hanya dengan melihatmu. Itu sudah cukup. Di dalam hatiku, aku selalu yakin bahwa kau adalah seorang malaikat tanpa sayap. Sebagai bukti bahwa Tuhan itu memang benar adanya dan mengirimmu ke bumi adalah salah satu bentuk kesempurnaanNya. Masih tergambar dengan jelas di kepalaku, bagaimana kau yang sangat taat menjalankan ibadah dalam kondisi apapun, membuatku semakin malu dengan diriku yang tidak bisa melakukan hal yang sama dengan yang kau lakukan.
Ini bukan pertama kalinya kujatuh cinta pada seseorang. Pernah kurasakan yang jauh lebih gila dan hebat dari yang kualami denganmu. Joker said " why so serious ?" karena hal itulah aku seakan tidak ingin membaginya dengan siapapun, termasuk dirimu dalam hal ini. Disamping alasan bahwa aku takut untuk bertukar pandang denganmu. Ketakutanku juga sebenarnya beralasan, karena aku hanya tidak ingin orang lain tahu bahwa aku tidak mampu bertumpu pada kedua kakiku jika pandangan kita bertemu.
Bukan pertama kali pula aku mendapat pertanyaan "kenapa tidak mengungkapkan langsung pada dirimu ?", "Apa kau takut?" ,"Kau ini lelaki atau bukan ?" ,"kau ini bodoh atau apa ? Mana ada orang yang tidak ingin cintanya berbalas ?". Ada kok, saya buktinya. Ayolah kawan, berbicara memang jauh lebih mudah daripada melakukan sesuatu. Kita ini bukan lagi anak kecil yang bisa berbuat seenaknya. Kita harus lebih bijak lagi dalam bertindak. Apa kau merasa tenang apabila kehadiranmu mengganggu kenyamanan orang lain ?. Bagiku, tentu saja jawabannya tidak. Mencintaimu dari sudut pandangku sendiri kurasa sudah cukup. Kau tidak perlu tahu siapa aku ini. Biarkanlah semuanya tetap seperti ini. Kalaupun suatu saat nanti kau mengetahui semuanya, semoga itu bukan dari mulutku. Karena sampai detik ini, aku masih berusaha untuk tidak kehilangan kendali akan semua ini. Semoga hal itu tidak akan pernah terjadi, selamanya...
Selasa, 24 Januari 2012
Maaf, Aku Takut
Aku berjalan di kegelapan, sangat pekat. Aku bahkan tidak yakin sedang menapak jalan yang seharusnya ku lalui.
Tenang sayang, tidak akan kubiarkan kegelapan dalam diriku menyelimuti jalanmu
Aku terbangun dari tidurku karena mengalami mimpi buruk, bahkan sangat buruk
Tenang sayang, tidak akan kubiarkan mimpi burukku mengganggu tidurmu
Hujan tak henti-hentinya mengguyur tempatmu berpijak
Tenang sayang, tidak akan kubiarkan hujan ini meredupkan cahayamu
Malam ini sangat dingin, tidak mungkin bertahan tanpa pakaian yang cukup tebal
Tenang sayang, tidak akan kubiarkan perasaan itu hinggap di kulit indahmu
Tenang sayang, aku tidak mungkin mengatakan semua itu di hadapanmu
Maaf, Aku hanya takut kehadiranku mengganggu hidupmu.
Hidup Abadi
Memandang wajahmu tidak akan pernah cukup jika melalui sesuatu yang disebut dengan foto. Kuputar kembali ingatan ini untuk sekedar merasakan kembali sensasi sensasi yang pernah kita alami bersama. Bagaimana kita melakukan kebodohan yang sama hampir setiap harinya, bagaimana kita mengeluhkan tentang hidup yang terasa tidak adil pada saat itu. Bagaimana dengan mudahnya kita terjerumus oleh sesuatu yang kita anggap benar namun tidak pada anggapan masyarakat umum. Bagaimana kita mencoba lari dari kenyataan, bagaimana rasanya tidur beratapkan langit dengan selimut bertabur bintang. Dibangunkan oleh suara bising kendaraan yang menandakan bahwa pagi telah menjemput. Ah, serasa ingin ku ulangi lagi pengalaman itu bersamamu.
Kucoba untuk merasakan kembali udara dingin yang menusuk kulit saat kita mencoba berangkat ke daerah pegunungan tanpa perlengkapan yang memadai, bagaimana kau menceritakan kepanikanmu saat tahu bahwa aku sempat menghilang selama beberapa jam dalam perjalanan menuju puncak gunung. Merasakan sakitnya buah tangan yang kau berikan saat tahu aku berkelahi dengan seseorang yang kau kenal karena masalah sepele. Mendengar rengekanmu jika kehabisan rokok adalah sebuah berkah untukku, karena itulah saat dimana aku bisa melihat wajahmu yang sebenarnya.
Kuletakkan foto itu dalam kotak yang telah menyimpannya selama hampir dua tahun. "Biarlah kau hidup di dalam sana, abadilah dalam ingatanku, meskipun kini ragamu entah dimana, jiwamu tersesat entah kemana, kenangan ini akan selalu tersimpan rapi. Abadilah wahai saudara lawan jenis ku, maafkan diriku yang tidak pernah bisa menganggapmu sebagai seorang wanita biasa. Kau hanya terlalu tangguh untuk ukuran wanita seumuranmu. Berbahagia lah, aku masih bersamamu saat ini dan sampai saatnya tiba, dimana kita akan bersua kembali, tentu saja kita akan bercerita banyak tentang hidup ini", ucapku dalam hati seraya melangkah jauh meninggalkan tempat yang kita sebut sebagai "Rumah Idaman".
Langganan:
Komentar (Atom)
